Bagi pelajar dan mahasiswa, menguasai Penalaran Logis bukan hanya tentang nilai bagus di sekolah, melainkan kunci untuk mengembangkan kemampuan berpikir sistematis, menyusun argumen yang kuat dan koheren, serta mengidentifikasi kesalahan penalaran atau bias informasi. Di kehidupan sehari-hari, penguasaan penalaran logis memungkinkan kita untuk membuat keputusan yang rasional, mengevaluasi klaim atau berita secara objektif, dan memahami implikasi dari suatu pernyataan dalam setiap interaksi dan informasi yang kita terima.
Terlebih lagi, bagi Anda yang sedang berjuang menembus seleksi tes masuk perguruan tinggi, Psikotes, tes TNI/Polri, tes Sekolah Kedinasan, tes CPNS, tes BUMN, dan berbagai ujian kompetensi lainnya, kemampuan menguasai Penalaran Logis secara cepat dan akurat adalah senjata rahasia! Tes ini bukan hanya sekadar menguji pengetahuan umum, tetapi menuntut kemampuan mengidentifikasi premis-premis kunci, menerapkan prinsip-prinsip logika dengan tepat, dan menarik kesimpulan yang valid tanpa bias personal di bawah tekanan waktu. Dengan menguasai Penalaran Logis, Anda tidak hanya melatih konsentrasi, tetapi juga mengasah otak untuk menyusun alur pikiran yang runtut, menemukan kebenaran dari berbagai informasi, dan mengambil keputusan yang paling tepat berdasarkan fakta dan nalar.
Pahrul Yanto, M. Kom Penulis
Penalaran logis merupakan jenis tes penalaran yang terdiri dari dua atau lebih pernyataan yang saling berkaitan. Pernyataan-pernyataan ini disebut premis. Tugas Anda adalah menarik sebuah konklusi (kesimpulan) yang secara mutlak dan niscaya berasal dari premis-premis tersebut.
Pada tes penalaran logis, kita mengambil kesimpulan hanya berdasarkan kalimat-kalimat pernyataan yang telah dipaparkan dalam soal. Kesimpulan harus mewakili keseluruhan pernyataan tersebut dan tidak boleh dipengaruhi oleh opini, asumsi, atau pengetahuan pribadi Anda. Pengambilan kesimpulan ini dapat dilakukan dengan menggunakan logika matematika dengan beberapa rumus, seperti Modus Ponen, Modus Tollens, dan Modus Silogisme.
Tujuan Tes Ini:
Mengukur kemampuan berpikir terstruktur dan sistematis.
Menguji kemampuan untuk memisahkan fakta (premis) dari opini.
Menilai kemampuan untuk menarik kesimpulan yang valid dan menghindari kesimpulan yang tidak berdasar.
Sebelum melangkah lebih jauh, ada satu aturan fundamental yang harus Anda tanamkan:
Anggaplah semua premis yang diberikan dalam soal adalah 100% benar, meskipun terdengar aneh atau bertentangan dengan kenyataan.
Kesimpulan Anda harus ditarik dari "dunia" yang diciptakan oleh soal, bukan dari dunia nyata.
Contoh:
Premis 1: Semua ikan bisa terbang.
Premis 2: Paus adalah sejenis ikan.
Kesimpulan yang SALAH (berdasarkan dunia nyata): Paus tidak bisa terbang.
Kesimpulan yang BENAR (berdasarkan dunia soal): Paus bisa terbang.