Ujian Dinas Tingkat I adalah ujian bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berpangkat Pengatur Tingkat I (golongan ruang II/d) dan telah memenuhi syarat untuk naik ke Pangkat Penata Muda (golongan ruang III/a).
Penyelenggaraan Ujian dengan Metode CAT BKN
Ujian ini diselenggarakan menggunakan metode "CAT BKN" (Computer Assisted Test Badan Kepegawaian Negara). Sistem ujian berbasis komputer ini menjamin proses seleksi yang objektif, efisien, dan transparan, dan dilaksanakan berdasarkan permohonan dari instansi pemerintah terkait.
Pelaksanaannya dapat diadakan di kantor BKN Pusat, Kantor Regional BKN, Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN, atau lokasi lain yang telah disepakati.
Kisi-kisi Tes (Jenis, Materi, dan Nilai Ambang Batas)
Ujian Dinas Tingkat I terdiri dari beberapa jenis tes. Total terdapat 100 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 90 menit.
-
Tes Wawasan Kebangsaan (TWK): Bertujuan menilai penguasaan pengetahuan terkait:
- Pancasila
- UUD 1945
- Sejarah Indonesia
- Bahasa Indonesia
-
Tes Pengetahuan Umum (TPU): Bertujuan menilai penguasaan pengetahuan terkait:
- Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
- Peraturan Kepegawaian
- Pelayanan Publik
- Perkantoran
- Literasi Digital
-
Tes Substansi Instansi (TSI): Bertujuan menilai penguasaan pengetahuan terkait:
- Renstra Instansi/Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah
- SOTK
Jumlah Soal dan Nilai Ambang Batas
Komposisi soal dan nilai ambang batas (passing grade) untuk masing-masing tes adalah sebagai berikut:
- TWK: 40 soal, nilai ambang batas 100 poin.
- TPU: 40 soal, nilai ambang batas 75 poin.
- TSI: 20 soal, nilai ambang batas 35 poin.
Jika nilai salah satu tes tidak mencapai nilai ambang batas, peserta dipastikan tidak lulus.
Contoh Soal
1. Soal Pancasila
Dalam rapat pemilihan ketua karang taruna, terjadi perbedaan pendapat yang tajam. Namun, semua peserta sepakat untuk mengambil keputusan melalui voting. Sikap ini mencerminkan pengamalan sila... | |
| A. | Pertama |
| B. | Kedua |
| C. | Ketiga |
| D. | Keempat |
| E. | Kelima |
2. Soal UUD 1945
Berapa kali UUD 1945 telah diamandemen? | |
| A. | 1 kali |
| B. | 2 kali |
| C. | 3 kali |
| D. | 4 kali |
| E. | 5 kali |
3. Soal Sejarah Indonesia
Tujuan utama peringatan Hari Kebangkitan Nasional setiap tanggal 20 Mei adalah untuk... | |
| A. | Mengenang jasa pahlawan yang gugur dalam perang. |
| B. | Merayakan hari jadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). |
| C. | Mengingat hari dibacakannya Proklamasi Kemerdekaan. |
| D. | Menghormati jasa para pendiri Pancasila. |
| E. | Mengingat kembali semangat perjuangan organisasi pergerakan nasional pertama. |
4. Soal Bahasa Indonesia
"Karena sering berbohong, ia kini dianggap sebagai ... di kampungnya." Ungkapan (idiom) yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah... | |
| A. | Kambing hitam |
| B. | Buah bibir |
| C. | Panjang tangan |
| D. | Kaki tangan |
| E. | Besar kepala |
1. Soal Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) merupakan dokumen perencanaan pembangunan yang ditetapkan untuk jangka waktu ... | |
| A. | 1 tahun |
| B. | 3 tahun |
| C. | 5 tahun |
| D. | 10 tahun |
| E. | 20 tahun |
2. Soal Peraturan Kepegawaian
Tatanan perilaku, ucapan, tulisan, dan tindakan yang disusun untuk menjaga martabat serta kehormatan seorang Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) diatur secara resmi dalam ... | |
| A. | Peraturan Pemerintah tentang Disiplin PNS |
| B. | Undang-Undang Aparatur Sipil Negara |
| C. | Kode Etik dan Kode Perilaku ASN |
| D. | Sumpah dan Janji Pegawai Negeri Sipil |
| E. | Peraturan Badan Kepegawaian Negara |
3. Soal Pelayanan Publik
Tolok ukur yang digunakan sebagai panduan penyelenggaraan pelayanan dan acuan untuk menilai kualitasnya, yang merupakan janji penyelenggara kepada masyarakat demi layanan yang berkualitas, cepat, dan terukur disebut sebagai ... | |
| A. | Fundamental Pelayanan Publik |
| B. | Budaya Pelayanan Prima |
| C. | Paradigma Pelayanan Publik |
| D. | Standar Pelayanan |
| E. | Prosedur Operasional |
4. Soal Perkantoran
Menurut klasifikasi urgensi surat dinas, sebuah surat dengan kategori "segera" menuntut penanganan yang lebih cepat dari surat biasa. Jangka waktu maksimal untuk merespon surat kategori ini adalah ... | |
| A. | Maksimal dalam waktu 1 x 24 jam setelah diterima |
| B. | Maksimal dalam waktu 2 x 24 jam setelah diterima |
| C. | Maksimal dalam waktu 3 hari kerja setelah diterima |
| D. | Maksimal dalam waktu 5 hari kerja setelah diterima |
| E. | Maksimal dalam waktu 7 hari kalender setelah diterima |
5. Soal Literasi Digital
Seorang ASN milenial sangat mahir dalam menggunakan teknologi digital. Ia diminta untuk membantu seniornya yang kesulitan dalam memahami penggunaan teknologi baru dalam pelayanan publik. Apa langkah terbaik yang bisa dilakukan ASN milenial tersebut untuk membantu seniornya? | |
| A. | Mengerjakan tugas-tugas digital seniornya agar pekerjaan cepat selesai. |
| B. | Mengadakan sesi pelatihan pribadi yang disertai dengan praktik secara langsung. |
| C. | Menyarankan seniornya untuk mengikuti kursus online secara mandiri di rumah. |
| D. | Memberikan buku panduan penggunaan teknologi dan memintanya untuk membaca. |
| E. | Melaporkan kesulitan seniornya kepada atasan agar dicarikan solusi yang lain. |
1. Soal Renstra Instansi/ Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah
Sebuah Perangkat Daerah (PD) A memiliki Renstra yang sangat baik dan selaras dengan RPJMD. Namun, dalam pelaksanaannya, PD A sangat bergantung pada data dari PD B yang seringkali terlambat dan tidak akurat. Akibatnya, banyak program PD A menjadi tidak tepat sasaran. Dalam konteks sistem perencanaan, masalah ini menunjukkan kelemahan pada aspek ... | |
| A. | Koordinasi dan sinkronisasi horizontal antar Perangkat Daerah. |
| B. | Mekanisme pemberian insentif dan disinsentif belum berjalan optimal antar unit. |
| C. | Peran Bappeda dalam pengendalian dan evaluasi belum dimaksimalkan secara konsisten. |
| D. | Penguatan kapasitas sumber daya manusia di PD A belum menyentuh aspek teknis perencanaan. |
| E. | Penegakan jadwal dan tahapan perencanaan belum menjadi prioritas dalam manajemen internal. |
2. Soal SOTK
Dalam rangka efisiensi, Pemerintah Daerah memutuskan untuk menggabungkan (merger) Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman. Selain persoalan penataan dan redistribusi pegawai (personel), tantangan paling fundamental dalam proses merger ini dari sudut pandang tata kelola adalah... | |
| A. | Integrasi nomenklatur program dan kegiatan dalam dokumen Renstra dan RKA yang sudah berjalan. |
| B. | Penyatuan aset dan inventaris barang milik daerah dari kedua dinas yang dilebur. |
| C. | Penentuan lokasi kantor pusat dinas yang baru hasil penggabungan. |
| D. | Penyesuaian standar operasional prosedur (SOP) pelayanan publik dari kedua dinas. |
| E. | Pelaksanaan serah terima jabatan dari pejabat lama kepada pejabat baru yang akan memimpin dinas gabungan. |
Hanya ini nomor WA Resmi